Sabtu, 25 November 2017

Fakta-fakta hacker Haikal bobol ratusan situs hingga direkrut Polri



Fakta-fakta hacker Haikal bobol ratusan situs hingga direkrut Polri
Sabtu, 8 April 2017 06:41Reporter : Mardani
Merdeka.com - Sosok Sultan Haikal kini tengah ramai menjadi buah bibir. Di media sosial, Haikal tengah viral diperbincangkan dan disebut hacker ganteng.
Remaja pria berusia 19 tahun itu sukses meretas ratusan situs yang ada di tanah air. Tak cuma situs milik swasta atau perusahaan, Haikal juga meretas situs pemerintah bahkan situs Polri.
Namun, aksinya harus terhenti sementara setelah Haikal ketahuan meretas situs tiket.com. Haikal ditangkap petugas Direktorat Cyber Bareskrim Polri di rumah orangtuanya, di Perumahan Pesona Gintung Residen, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (30/3).
Meski memiliki otak brilian, pendidikan formal Haikal ternyata tak tinggi. Haikal terakhir sekolah hingga SMP namun tak lulus. Alhasil, ijazah pendidikan formal Haikal hanyalah tamatan SD.
Meski hanya lulusan SD bukan berarti Haikal berasal dari keluarga tak mampu. Orangtua Haikal merupakan orang berada. Haikal lebih berminat mempelajari IT ketimbang sekolah.
 
hacker ganteng ©2017 instagram.com
Haikal 'gila' IT sejak SD. Dia belajar secara otodidak hingga memiliki kemampuan yang luar biasa di bidang IT. 
"Dia tidak sekolah bukan karena tidak mampu. Dia orang berada, tapi sejak SD memang dia tertariknya soal IT," kata kuasa hukum Sultan Haikal, Ramdhan Alamsyah kepada merdeka.com, Jumat (7/4) kemarin.
Haikal yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara itu dikenal sebagai sosok yang sangat pintar. Kakak Haikal, Shabrina Jasmine, dalam postingan di akun instagramnya membeberkan Haikal biasanya akan mengirimkan pesan kepada pengelola situs-situs besar bahwa situsnya tidak aman.
Namun tak selamanya pihak yang diperingati percaya atas 'warning' Haikal. Biasanya mereka yang tak percaya itulah yang dikerjai oleh Haikal.
 
hacker ganteng ©2017 instagram.com

"Karena dia terbilang muda banyak yang tidak percaya bahwa webnya dimasuki adik saya, tapi sekarang kalian percaya kan," tulis Shabrina.
Salah satu contohnya Haikal sempat 'me-warning' pihak tiket.com melalui twitter. Saat itu Haikal menginfokan soal rapuhnya sistem pertahanan situs perjalanan tersebut. Namun, peringatan itu tak ditanggapi oleh tiket.com. Haikal lantas meretas tiket.com
Pemilik tiket.com pun baru sadar jika situsnya dibobol setelah hampir satu bulan. Sang pemilik lantas melaporkan kasus tersebut ke pihak Bareskrim.
Haikal juga diketahui merupakan sosok yang dermawan. Mantan pacar membuat testimoni Haikal kerap membantu orang tak mampu. Bahkan nilainya bisa jutaan rupiah.
 
hacker ganteng ©2017 instagram.com
"Uang enggak cuma dipakai untuk foya-foya selama saya jadi pacarnya. Dia selalu kasih uang ke orang-orang yang membutuhkan. Contohnya ke pengemis kasih Rp 3 juta," demikian testimoni mantan pacar Haikal yang diupload sang kakak Shabrina Jasmine dalam akun instagramnya.

Rupanya Mabes Polri tertarik pada kecerdasan Haikal di bidang IT. Korps Bhayangkara berencana merekrut Haikal untuk membantu penegakan hukum. Rencananya, perekrutan dilakukan setelah proses hukum terhadap pemimpin kelompok pembobol situs bernama Gantengers Crew itu rampung.
"Bagi kami tentu merangkul mereka penting dalam upaya untuk mencegah kerusakan-kerusakan dan kerugian," kata Kabagpenum Divhumas Polri, Kombes (Pol) Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jumat (7/4).
Menurutnya, setelah menjalani proses hukum Haikal bakal diperbantukan untuk membantu menangani kejahatan siber. Namun perekrutan itu tidak berlaku terhadap tiga rekannya.
"Khusus kasus ini (Haikal), karena dia telah melakukan pelanggaran hukum, kejahatan, tentu kita harus kedepankan, dia harus dihukum dulu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.
Martinus mengatakan, rencana merekrut hacker untuk dijadikan rekan polisi mengungkap kejahatan cyber nantinya bukan hanya berlaku terhadap Haikal. Ke depan, Polri juga akan mencari hacker remaja lainnya untuk direkrut sebagai mitra kepolisian dengan catatan proses hukum terhadap hacker tersebut dituntaskan terlebih dulu.
"Baru setelah itu, kami pihak kepolisian bisa melakukan komunikasi katakanlah untuk merekrut sebagai ahli dalam membantu penegakan hukum. Tapi setelah dia menjalani hukuman," katanya.
Polri Berencana Rekrut Haikal, Hacker Pembobol 4.600 Situs Online
Bartanius Dony - detikNews

Jakarta -  Polri berencana akan merekrut SH (19) alias Haikal, hacker lulusan SMP yang berhasil menjebol 4.600 situs online. Perekrutan itu akan dilakukan setelah proses pidana yang menjerat Haikal selesai.

Kanit III Subdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, AKBP Idam Wasiadi mengakui Polri memang berencana merekrut Haikal dan hacker-hacker lain untuk membantu sebagai tim siber dan partner Polri.

"Iya, biar jadi lurus dan bermanfaat bagi bangsa," ujar Idam kepada detikcom, Jumat (7/4/2017).

Haikal diketahui membobol situs penjualan tiket.com. Bahkan, PT Global Networking merugi hingga Rp 4 miliar. Haikal menjebol situs tiket.com bersama tiga rekannya, MKU (19), AI (19) dan NTM (27). 

Namun, menurut Idam, hanya Haikal yang akan direkrut, tiga rekan Haikal tidak ada rencana untuk direkrut.
Selain Haikal, Polri juga akan mencari hacker remaja lainnya untuk direkrut. Nantinya, mereka akan menjadi mitra kepolisian untuk urusan dunia siber.
Perekrutan ini, menurut Idam, adalah rencana agar remaja yang memiliki kemampuan seperti Haikal bisa berguna bagi bangsa Indonesia.
Haikal belajar meretas situs secara otodidak. Dia berhasil menjebol 4600 situs termasuk situs milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga situs milik Polri.

Ancaman Hukum Bagi Para Peretas di Indonesia

Ancaman Hukum Bagi Para Peretas di Indonesia


 
kumparan

Sultan Haikal baru berusia 19 tahun dan bahkan belum menamatkan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Namun dirinya mampu membobol keamanan berbagai situs seperti Go-Jek, tiket.com, dan 4.235 situs lainnya.
Pada Kamis kemarin (30/3) Haikal resmi menjadi tahanan Bareskrim Polri setelah ditangkap oleh Tim Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) di rumahnya, Situ Gintung, Tangerang Selatan.
Aturan mengenai peretasan di Indonesia diatur di dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, atau UU ITE. Mereka yang melakukan peretasan dapat dijerat oleh Pasal 30 UU ITE. Pasal itu berisi tiga varian delik yang membuat peretas bisa dikenai hukum pidana, yakni dengan sengaja dan tanpa hak:
- Mengakses komputer atau sistem elektronik, - Mengakses komputer atu sistem elektronik dengan tujuan untuk memperoleh informasi elektronik, - Melampaui, menjebol, melanggar, sistem pengaman dari suatu komputer atau sistem elektronik untuk dapat mengakses komputer atau sistem elektronik tersebut.
Ancaman terhadap pelanggaran Pasal 30 UU ITE adalah pidana penjara paling lama 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800 juta sesuai yang tertuang pada Pasal 51 ayat 1 UU ITE.
Sultan Haikal belajar secara otodidak untuk melakukan aksi peretasan bersama tiga orang lainnya, yakni MKU (19), NTM (20), dan Al (27). Mereka menamakan dirinya 'Geng Gantengers'.
Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim AKBP Idham Wasriadi menjelaskan kepada kumparan (kumparan.com) bahwa Haikal mendapat Rp 5 miliar lewat situs penjualan tiket yang dia bobol. Haikal kemudian mengambil deposit tiket dan menjualnya.
Haikal dan kawan-kawannya terancam pidana UU ITE yang ancamannya lebih dari lima tahun penjara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Fakta-fakta hacker Haikal bobol ratusan situs hingga direkrut Polri

https://www.merdeka.com/peristiwa/fakta-fakta-hacker-haikal-bobol-ratusan-situs-hingga-direkrut-polri.html Fakta-fakta hacker Haikal bo...